0 Comments

SEMARANG – Di tengah musim libur semester gasal, prodi KPI menggelar seminar penulisan jurnal internasional, Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di ruang meeting KPI ini diikuti dosen prodi KPI dan prodi BPI.

Kaprodi KPI, Asep Dadang Abdullah menyampaikan apresiasinya kepada para dosen yang berhasil menyelenggarakan seminar ini, karena prodi KPI juga sedang menyiapkan akreditasi Lamspak dan Acquin.

Seminar kali ini disampaikan oleh Maya Rini Handayani, M.Kom. dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang. Maya yang baru-baru ini berhasil mempublikasikan artikelnya di jurnal Q1 memberikan cara jitu tembus jurnal internasional scopus.

Maya yang juga mengajar di prodi KPI menyampaikan bahwa pondasi sebuah artikel adalah data. Triknya buat tabel atau grafik terlebih dahulu agar penulisan lebih terfokus.

“Pastikan data sudah bersih, valid, dan relevan. Gunakan tabel dan grafik yang informatif bukan sekadar dekoratif. Beri judul dan caption yang jelas sesuai standar jurnal,” ujar Maya.

Selanjutnya adalah metode bagaimana data diperoleh. Menurut Maya tipsnya adalah menjelaskan metode secara rinci tapi ringkas (alat, prosedur, analisis), serta menghindari jargon teknis tanpa penjelasan.

“Triknya, tulis metode seperti resep: cukup jelas untuk direplikasi, cukup ringkas untuk dibaca,” imbuhnya.

Pada bagian result atau temuan, peneliti harus menyajian hasil secara objektif, tanpa interpretasi, serta menggunakan subjudul jika hasilnya kompleks.

“Triknya, hubungkan hasil langsung ke tabel atau grafik agar pembaca tidak bingung,” ujarnya.

Pada bagian discussion (makna atau implikasi), peneliti harus membandingkan hasil dengan studi sebelumnya, serta menjelaskan mengapa hasil penting dan apa artinya.

“Gunakan struktur temuan, penjelasa, implikasi, keterbatasan atau sertakan ablation studi, misalnya pengaruh visual dalam teks (versi: visual+teks dan teks saja),” jelasnya.

Di bagian conclusion (ringkasan dan dampak), tipsnya jangan mengulang hasil, tapi simpulkan makna dan kontribusi. Menghindari klaim berlebihan, dan menyertakan future work.

“Triknya, tutup dengan kalimat yang menunjukkan arah penelitian selanjutnya,” katanya.

Di bagian title, abstract, keyword yang merupakan puncak artikel. Menurut Maya tipsnya judul harus spesifik dan mencerminkan isi, abstrak harus mencakup latar, metode, hasil dan kesimpulan. Menggunakan kata kunci yang sesuai dengan indeksasi jurnal (Sinta, Scopus, WoS, DOAJ, Scholar, Garuda). Ia menambahkan jangan terlalu umum, boleh frase kalimat.

“Abstrak ini bisa direvisi paling akhir setelah semua bagian selesai, keyword juga jangan menggunakan yang terlalu umum,” imbuh Maya.

Maya memberikan tips tambahan, penulisan artikel jurnal harus menggunakan parafrasa akademik (bukan sekadar sinonim), selalu menyertakan kutipan dan daftar pustaka (mengutamakan 5 tahun terbaru), menghindari menyalin kalimat panjang dari sumber, periksa ulang bagian abstrak, pendahuluan, dan tinjauan pustaka karena biasanya paling tinggi similiaritynya.

Similiarity jurnal Q1-Q2 10-15%, Q3-Q4 20-25%. Selain itu, juga memastikan masa berlaku akreditasi jurnal juga masih lama, karena khawatir discontinue, selain itu juga cek di scopus source untuk verifikasi apakan jurnal benar-benar terindeks.

“Menulis jurnal itu harus meng-encourage diri kita sendiri,” pungkas Maya.

Related Posts